Saturday, May 22, 2021

MAKALAH PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN : ANALISIS SISTEM PRODUKSI KERAJINAN PASAR LOKAL KERAJINAN ANYAMAN ROTAN

 MAKALAH PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN

Analisis Sistem Produksi Kerajinan Pasar Lokal Kerajinan Anyaman Rotan


Makalah ini diajukan untuk:

Memenuhi tugas mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.

 

 


 

Disusun oleh dan terimakasih kepada :

LILIS LISNAWATI

XII IPS 5

 


 

SMA N 1 MANAWELAH

Jl. Babakan  No. 62 Kecamatan, Kabupaten

Tahun Pelajaran 2018/2019





BAB I

PENDAHULUAN

 

 

A.   Latar Belakang Masalah

Seni anyam sudah ada sejak dahulu kala, hingga sekarangpun masih akrab dalam kehidupan masyarakat. Bahkan hampir di seluruh nusantara terdapat home industri pengrajin barang anyam. Maka bisa dikatakan seni anyam termasuk kategori warisan budaya yang harus dilestarikan.

Ditinjau dari klasifikasi tumbuhan penghasil kayu, sebagian dari produk rotan ini sebenarnya termasuk kayu. Namun dengan demikian karena dominasinya berasal dari kelompok tumbuhan monokotil, maka tidak relevan untuk dimasukan kedalam kelompok kayu yang nyatanya memang berasal dari tumbuhan dikotil dan konifer.

Hal demikian sangatlah bertolak belakang dengan kondisi zaman sekarang. Akhir-akhir ini perkembangan anyaman rotan mengalami penurunan dari tahun ke tahun sehingga hal tersebut sangat mempengaruhi baik dari segi budaya maupun dari perekonomian masyarakat. Akibatnya berbagai barang kerajinan anyam semakin tergeser kedudukannya di pasaran.

Fenomena tersebut banyak menimbulkan pertanyaan. Penulis berharap dapat menemukan jawaban sesuai dengan data-data dari lapangan langsung. Selain itu penulis juga ingin mengetahui lebih jauh, karena sudah menjadi kewajiban bagi generasi penerus bangsa untuk mempertahankan kerajinan tersebut agar tidak punah.

Dengan adanya tugas ini, maka dari itu penulis memilih judul Analisis Sistem Produksi Kerajinan Pasar Lokal Kerajinan Anyaman Rotan karena mempunyai banyak manfaat dan ciri khasnya sendiri yang dimiliki kerajinan anyam.

 

B.   Rumusan Masalah

      1. Bagaimana proses pemasaran kerajinan rotan ?
      2. Bagaimana proses bahan baku atau cara pengolahan  rotan untuk dijadikan anyaman ?
      3. Bagaimana cara menganyam rotan agar terlihat menarik bagi konsumen ?
      4. Apa motivasi wirausahawan dalam membuat kerajinan anyaman rotan ?

C.   Tujuan Penelitian

1.    Untuk mengetahui cara pemasaran kerajian anyaman rotan.

2.    Untuk mengetahui proses atau cara pengolahan rotan agar bisa dianyam dan dibuat sesuai keinginan.

3.    Untuk mengetahui cara penganyaman rotan yang bisa menarik peminat konsumen.

4. Untuk mengetahui motivasi wirausahawan memilih kerajinan dari rotan

    





BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

 

A.   Pengertian Kerajinan

 

kerajinan adalah suatu karya seni yang proses pembuatannya menggunakan keterampilan tangan manusia. Sedangkan menurut Kadjim (2011:10) kerajinan adalah suatu usaha yang dilakukan secara terus-menerus dengan penuh semangat ketekunan, kecekatan, kegigihan, berdedikasi tinggi dan berdaya maju yang luas dalam melakukan suatu karya.

 

B.   Pengertian Kerajinan Anyam

 

Kerajinan anyam adalah suatu kerajinan yang dapat menciptakan keindahan buatan manusia dengan teknik menganyam.

 

C.   Pengertian Rotan

 

Rotan adalah sekelompok palma dari puak (tribus) Calameae yang memiliki habitus memanjat. Terutama Calamus, Daemonorops, dan Oncocalamus. Puak Calameae sendiri terdiri dari sekitar 600 anggota dengan daerah persebaran dibagian tropis Afrika, Asia dan Australia ke dalam puak ini.

 

Batang rotan memiliki diameter 2 s/d 5 cm, beruas-ruas, panjang, tidak berongga dan banyak dilindungi oleh duri-duri panjang, keras dan tajam yang berfungsi sebagai alat pertahanan diri dari herbivora, sekaligus membantu pemanjatan, karena rotan tidak dilengkapi dengan sulur.

 

Sebagian besar rotan berasal dari hutan di Indonesia seperti, Sumatera, Jawa, Borneo, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Indonesia memasok 70% kebutuhan rotan dunia, sisa pasar diisi dari Malaysia, Filipina, Sri Lanka dan Bangladesh. Rotan cepat tumbuh dan relatif mudah dipanen dan ditransfortasi. Ini membantu menjaga kelestarian hutan karena orang lebih suka memanen rotan daripada kayu.

 

  

BAB III

PEMBAHASAN

 

 

A.   Proses Pemasaran Kerajinan Rotan

 

Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya.

 

Bapak Iyus mengatakan bahwa potensi pemasaran di masyarakat masih bagus, masih terbuka. Dihitung perkembangannyapun masih berkembang baik di masyarakat sekitar. Hal ini dikarenakan terbatasnya pengusaha dalam kerajinan anyaman rotan, sehingga bisa dikatakan pesaing dalam usaha ini sangat minim.

 

Tidak sedikit pula peminat pada kerajinan anyaman rotan ini, karena rotan merupakan tumbuhan yang kuat sehingga bisa digunakan dalam jangka watu yang panjang.

 

 

B.   Proses Bahan Baku atau Cara Pengolahan Rotan untuk Anyaman

 

Benda yang dapat dibuat sesuatu, atau barang yang dibutuhkan untuk membuat sesuatu (atau merupakan bagian terbesar dari bentuk barang merupakan pengertian bahan baku.

 

Untuk membuat kerajinan anyam menurut Bapak Iyus bahan baku kerajinan rotan harus seimbang dalam tahap pengolahan dan pengeringan. Setelah rotan diambil dari hutan, rotan harus cepat diopen selama 6 jam, dan dikeringkan selama 2 minggu baru bisa dipakai. Jika tidak melewati salah satu proses tersebut, maka besar kemungkinan rotan akan terkena hama. Hama dalam rotan biasa disebut kutu rotan.

 

 

C.   Cara Menganyam Rotan Agar Terlihat Menarik

 

Menganyam memang sulit dilakukan bagi yang bukan profesional. Namun sebagai penganyam profesional pak Iyus selalu berusaha membuat inovasi baru agar kerajinan anyamannya dapat terlihat unik.

 

Beliau tidak hanya menganyam dengan motif yang diinginkannya, tetapi beliau juga menerima pesanan sesuai dengan selera konsumen.

 

 

D.   Motivasi Narasumber Membuat Kerajinan Anyaman Rotan

 

Motivasi Bapak Iyus dalam usaha kerajinan anyaman rotan ini yaitu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, karena Bapak Iyus ingin menambah pemasukan untuk kebutuhannya. Maka dari itu Bapak Iyus memilih pekerjaan sebagai pengrajin anyaman rotan, karena di daerahnya belum banyak pesaing sehingga konsumen akan memesan kepada Bapak Iyus.



BAB IV

PENUTUP

 

 

A.   SIMPULAN

 

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat didimpulkan beberapa hal mengenai kerajinan anyam rotan :

  1.    Potensi pemasaran kerajinan anyaman rotan sangat besar di Kabupaten Pangandaran.

2.    Bahan baku yang akan dianyam, hendaklah melewati proses tertentu agar hasil anyaman memuaskan.

3.    Hasil anyaman Bapak Iyus sebagian besar merupakan pesanan konsumen.

4.    Motivasi usaha Bapak Iyus adalah untuk meningkatkan pemasukannya.

 

B.  SARAN

 

Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka penulis merekomendasikan saran sebagai berikut :

1.    Untuk tetap melestarikan seni anyam rotan di Kabupaten Pangandaran.

2. Bagi para penganyam hendaknya berusaha lebih kreatif dalam membuat produk, agar konsumen lebih tertarik.

 




MAKALAH PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN : WIRAUSAHA IKAN MUJAIR

 MAKALAH

WIRAUSAHA IKAN MUJAIR

 

Makalah ini diajukan untuk :

Memenuhi nilai Prakarya dan Kewirausahaan pada program Ilmu Pengetahuan Sosial

 

 


 

Disusun oleh dan Terimakasih kepada : Kelompok I

1.      Ayunda Deta Septiani


2.      Tika Agustin


3.      Bayu septian


4.      Ridzwan F R


5.      Muhamad Iqbal


6.      Refli Firmansyah


 

 

 

 

SMA N 1 MANAWELAH

Jl. Babakan  No. 62 Kecamatan, Kabupaten

Tahun Pelajaran 2017/2018




BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    LATAR BELAKANG

Dalam dunia perdagangan kita sering kali kebingungan dengan produk apa yang akan kita jual. Namun sebenarnya sangat banyak jenis produk yang dapat kita jual baik itu di produksi oleh manusia ataupun dengan mengandalkan potensi dari alam. Salah satunya kita dapat berwirausaha ikan konsumsi. Banyak sekali jenis ikan yang dapat kita konsumsi seperti ikan mujair. Ikan mujair merupakan ikan konsumsi air tawar.

Ikan air tawar adalah ikan menghabiskan sebagian atau seluruh hidupnya di air tawar, seperti sungai dan danau. Dalam banyak hal, lingkungan air tawar berbeda dengan lingkungan perairan laut, dan yang paling membedakan adalah tingkat salinitasnya.

Ciri fisik dari ikan ini yaitu bentuk badannya pipih, dengan warna abu-abu,coklat ataupun hitam. Ikan ini berukuran sedang, panjang maksimum yang dapat dicapai ikan mujair adalah 40 cm.  Nama ilmiah ikan ini adalah Oreochromis mossambicus.

Ikan ini berasal dari perairan Afrika dan di Indonesia pertama kali ditemukan oleh bapak mujair di muara sungai Serang, pantai selatan Blitar, Jawa Timur tahun 1939. Karena ikan mujair pertumbuhannya sangat cepat maka sangat baik jika masyarakat membududaya ikan mujair untuk dikonsumsi maupun dijual belikan. Tetapi setelah dewasa percepatan pertumbuhannya menurun.

Karena kurangnya pengetahuan tentang pembudidayaan dan berwirausaha ikan mujair, maka kami menyusun makalah ini dengan judul “WIRAUSAHA IKAN MUJAIR”.

    B.    VISI DAN MISI PERUSAHAAN

 1)     Visi

 Visi dan misi dalam budidaya dan berwirausaha ikan mujair ini yaitu :

  1. Menjadi peternak yang selalu memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen
  2. memberikan kualitas ikan yang jauh lebih baik.

2) Misi

  1. Konsisten dalam merawat ikan
  2. Memberi makan ikan dengan gizi dan nutrisi sesuai dengan standar peternakan
  3. Agar banyak masyarakat yang mengetahui dalam budidaya dan wirausaha ikan mujair.  

 C. JADWAL KEGIATAN

NO

KEGIATAN

WAKTU

       1

Persiapan untuk wawancara

Minggu, 4 Februari 2018

      2

Pelaksanaan wawancara

Senin, 5 Februari 2018

      3

Penyusunan Makalah

Kamis 8 Februari-13 Februari 2018


BAB II

TINJAUAN UMUM

 

A.    ASPEK MANAJEMEN USAHA

 

1)     Nama Perusahaan

Bapak Herdi adalah salah satu wirausahawan di bidang perikanan. Beliau memulai usaha tersebut sejak kurang lebih satu tahun yang lalu. Dibanding ikan hias bapak herdi lebih memilih menjual ikan konsumsi. Beliau memilih ikan mujair untuk dipasarkan. Usaha beliau diberi nama “ LAPAK IKAN MUJAIR “.

 

2)     Lokasi Usaha

Lokasi usaha bapak Herdi berada di Dusun Purwasari, Desa Parigi,Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

 

3)     Bentuk Badan Usaha

Dalam usaha ini bapak Herdi memilih usaha secara pribadi dibanding dengan koperasi.  Kelebihan usaha pribadi :

a.      Seluruh laba menjadi miliknya.

b.      Pemilik perusahaan perseorangan tidak perlu berkonsultasi dengan orang lain dalam mengambil keputusan.

c.       Tidak perlu dibuat laporan keuangan.

    Kelemahannya :

a.      Kesulitan dalam manajemen.

b.      Jika sudah bangkrut maka dapat menyebabkan usaha ini berhenti kegiatannya.

B.     ASPEK PRODUKSI

 

1)     Alat, Bahan dan Proses Penjualan

Alat dan bahan yang digunakan dalam usaha ikan mujair adalah :

a.      Kolam, karena pak Herdi tidak membudidaya ikan mujar dari proses pemijahan maka kolam yang dimiliki pak Herdi hanya berukuran 2-3 meter.

b.      Blower, yaitu alat yang digunakan untuk menaikan atau memperbesar tekanan udara atau gas yang akan dialirkan dalam suatu ruangan tertentu juga sebagai pengisapan atau pemvakuman udara atau gas tertentu.

c.       Pompa air, merupakan elemen yang berfungsi untuk menyerap sekaligus mendorong air yang terdapat pada sistem pendinginan sehingga dapat bersikulasi pada mesin.

Ikan mujair biasanya akan dijual kepada konsumen setelah berumur kurang lebih 3-5 bulan tergantung permintaan konsumen. Panen dilakukan pagi hari saat keadaan tidak panas. Pemanenan dilakukan secepatnya dan hati-hati untuk menghindari lukanya ikan.

 

C.     ASPEK PERMODALAN

 

1)     Sumber Modal dan Pendapatan

Modal yang digunakan pak Herdi merupakan modal pribadi. Modal pribadi adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan juga tertanam di dalam perusahaan untuk waktu yang tidak terbatas. Awal mendirikan usaha ini, pak Herdi menggunakan modal kurang lebih Rp. 2.500.000,00.

Dengan modal sebesar itu pak Herdi mendapat penghasilan kurang lebih Rp. 800.000 per hari dan Rp. 24.000.000 per bulannya. Sehingga laba yang didapatkan pak Herdi sangat besar jumlahnya.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.      SIMPULAN

Semua orang dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan jika orang itu sungguh-sungguh dalam mencari pekerjaan. Pekerjaan tidak hanya menjadi pagawai negeri saja, banyak usaha lain yang lebih menjamin dalam bidang ekonomi. Seperti berwirausaha ikan konsumsi seperti yang dilakukan pak Herdi.

B.      SARAN

Saran dari penulis untuk usaha ikan konsumsi pak Herdi adalah :

  1. Kami berharap akan adanya penambahan jenis ikan yang dijual sperti ikan mas dan lainya.
  2. Tempat yang ada disekitar tempat penjualan harap sedikit dibersihkan.
  3. Pelayananan yang diberikan diharapkan lebih baik.


MAKALAH GEOGRAFI - MINERAL DAN BATUAN

 

MAKALAH GEOGRAFI

MINERAL DAN BATUAN

 



 

Disusun oleh:

AYUNDA DETA SEPTIANI

X IPS 5

 

 

 SMA N 1 MANAWELAH

Jl. Babakan ahbiasa No. 62 Kecamatan, Kabupaten

Tahun Pelajaran 2016/2017




BAB I PENDAHULUAN

 

1.      Latar Belakang

Bumi yang kita tinggali terdiri dari beberapa lapisan. Diataranya Lithosfer. Lithosfer berasal dari kata lithos yang artinya batuan dan sphere artinya lapisan. Jadi, lithosfer adalah lapisan bumi yang paling luar atau bisa disebut dengan kulit bumi. Pada lapisan ini umumnya terdiri dari senyawa kimia yang kaya akan SiO₂, itulah sebabnya lapisan litisfer sering disebut lapisan silikat dan memiliki ketebalan rata-rata 30 km yang terdiri dari 2 bagian, yaitu litosfer atas (merupakan daratan dengan kira-kira 35% atau ⅓ bagian) dan litosfer bawah (merupakan lautan dengan kira-kira 65% atau ⅔ bagian).

Litosfer tersusun dari tiga macam batuan, yaitu batuan beku, sedimen, dan metamorf atau malihan. Proses terbentuknya ketiga macam batuan itu berbeda. Batuan tersebut berasal dari magma. Magma adalah larutan silikat yang cair dan pijar yang terdapat dalam bumi dan menempati batolit atau dapur magma.

 

 

2.      Rumusan Masalah

Untuk lebih memudahkan pembahasan materi, maka dibuatlah rumusan masala sebagai berikut :

a.      Apa itu mineral ?

b.      Macam-macam batuan penyusun litosfer.

3.      Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini adalah sebgai berikut :

a.      Untuk mengetahui apa itu mineral.

b.      Untuk mengetahui macam-macam batuan penyusun lithosfer.




BAB II PEMBAHASAN

 

1.      Mineral

 

A.     Pengertian mineral

Mineral adalah benda padat homogen yang anorganik dan terbentuk secara alami dan berbenyuk kristal dengan sifat fisik dan sifat alami tertentu. Mineral dapat berwujud sebagai batuan, tanah, atau pasir yang diendapkan pada dasar sungai. Mineral, kecuali beberapa jenis, memiliki sifat, bentuk tertentu dalam keadaan padatnya, sebagai perwujudan dari susunan yang teratur di dalamnya. Apabila kondisinya memungkinkan, mereka akan dibatasi oleh bidang-bidang rata, dan diasumsikan sebagai bentuk-bentuk yang yeratur yang dikenal sebagai “kristal”. Dengan demikian kristal secara unum dapat didefinisikan sebagai bahan padat yang homogen yang memiliki pola internal susunan tiga dimensi yang teratur. Study yang mempelajari sifat-sifat, bentuk susunan dan cara-cara terjadinya bahan padat tersebut dinamakan kristalografi.

Pengetahuan tentang mineral merupakan syarat mutlak untuk dapat mempelajari bagian padat dari bumi ini, yang terdiri dari batuan. Beberapa mineral merupakan benda padat dengan ikatan unsur yang sederhana. Contohnya adalah mineral intan yang hanya terdiri dari satu jenis unsur saja yaitu “karbon”. Setiap mineral mempunyai susunan unsur yang tetap dengan perbandingan tertentu. Terdapat dua cara untuk dapat mengenal suatu mineral, yang pertama dengan melakukan analisa secara kimiawi, dan yang kedua yang palin umum dilakukan adalah dengan cara mengenal sifat fisiknya. Yang dimaksud dengan sifat fisik yaitu, (1) bentuk kristalnya, (2) berat jenis, (3) bidang belah (4) warna, (5) kekerasan, (6) goresan, (7) kilap.

B.      Sifat Fisik Mineral

 

a.      Bentuk kristal

Kristal akan memiliki bentuk yang khas setelah memiliki kesempatan berkembang tanpa adanya hambatan. Bentuk-bentuk kristal antara lain adalah triklin, monoklin, tetragonal, orthorombik, hexagonal, isometrik dan trigonal.

b.      Berat Jenis

Setiap kristal memiliki berat jenis yang berbeda. Besarnya ditentukan oleh unsur pembentuknya serta kepadatan dari ikatan unsur-unsur tersebut dalam susunan kristalnya. Umumnya mineral pembentuka batuan memiliki berat jenis sekitar 2.7, meskipun berat jenis rata-rata unsur metal didalamnya berkisar antara 5.

c.       Bidang Belah

Mineral mempunyai kecenderungan untuk pecah melalui suatu bidang yang mempunyai arah tertentu. Dapat dikatakan bahwa bidang tersebut merupakan bidang “lemah” yang dimiliki oleh suatu mineral.

d.      Warna

Warna yang khas dapat diguanakan untuk mengenali adanya unsur-unsur tertentu di dalamnya.

e.      Kekerasan

Kekerasan adalah sifat resistenti dari suatu mineral terhadap kemudahan mengalami abrasi atau mudah tergores. Kekerasan suatu mineral bersifat relatif, artinya apabila dua mineral saling digoreskan satu dengan yang lainnya, maka mineral yang tergores adalah mineral yang relatif lebih lunak dibanding dengan mineral lawannya. Kekerasan mineral mulai dari yang terlunak sampai yang terkeras diajukan oleh Mohs. Sehingga disebut sebgai Skala Mohs.


Kekerasan

Mineral

1

Talk

2

Gypsum

3

Kalsit

4

Fluorit

5

Apatit

6

Ortoklas

7

Kuarsa

8

Topaz

9

Korundum

10

Intan

f.      Goresan Pada Bidang

Beberapa jenis mineral mempunyai goresan pada bidangnya, seperti pada mineral kuarsa dan pyrit yang sangat jelas dan khas.

  

g.      Kilap

Kilap adalah kenampakan atau kualitas pantulan cahaya dari permukaan suatu mineral. Kilap pada mineral ada 2 jenis, yaitu kilap logam dan kilap non-logam.

 

C.     Penggolongan Mineral

Berdasarkan senyawa kimiawinya mineral dapat dibedakan menjadi mineral silikat dan mineral non-silikat. Mineral pembentuk batuan dikelompokan mejadi 4 yaitu :

a.      Mineral silikat

Hampir 90% mineral pembentuk batuan berasal dari kelompok ini yang merupakan persenyawaan antar silikon dan oksigen dengan beberapa unsur metal. Karena jumlahnya yang besar, maka hampir 90% dari berat kerak bumi terdiri dari mineral silikat. Silikat merupakan bagian utama pembentuk batuan. Silikat pembentuk batuan yang umun dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok feromagnesiun dan kelompok non-feromagnesium.


Feromagnesium

Non-feromagnesium

Mika biotit

Kuarsa

Amfibol

Felspar alkali

Pyroksen

Felspar plagiklas

Olivine

Mika muskovit


b.Mineral feromagnesium
Umumnya memiliki warna gelap dan berat jenis yang besar.
Olivine : dikenal dengan warnanya yang “olive” , tumbuh sebgai mineral yang mempunyai bidang belah yang kurang sempurana.
Augitit : warnanya sangat gelap hijau hingga hitam. Bidang belah yang berpotongan hampir tegak lurus.
Hornblende : warnanya hijau hingga hiatam. Berat jenis 3.2 dan mempunai bdang belah yang  berpotongan dengan sudut.
Biotite : adalah mineral “mika” bentuknya pipih yang dengan mudah dapat dikelupas. Dalam keadaan tebal, warnanya hijau tua hingga coklat-hitam.

 

c. Mineral non-feromagnesium
Muskovit : disebut mika putih karena warnanya yang terang, kuning muda, ciklat, hijau atau merah.
Felspar : mineral pembentuk batuan yang paling banyak.
Ortholkas : mempunyai warna yang khas yakni putih abu-abu atau merah jambu.
Kuarsa : adalah satu-satunya mineral pembentuk batuan yang terdiri dari persenyawaan silikon dan oksigen. Umumnya muncuk dengan warna seperti asap, kadang-kadang juga dengan warna ungu atau merah-lembayung.

 d.  Mineral Oksida

Terbentuk sebagai akibat persenyawaan langsung antara oksigendan unsur tertentu. Mineral oksida umumnya lebihkeras dibanding mineral lainnya kecuali silikat. Mereka juga lebih berat kecuali sulfida.

e. Mineral sulfida

Merupakan mineral hasil persenyawaan langsung antara unsur tertentu dengan sufur.

f. Mineral-mineral karbonat dan sulfat


 

1.      2. BATUAN

Kemanapun kita menoleh maka kita akan selalu bertemu dengan benda yang dinamakan batu atau batuan. Sebut saja kerakal di halaman rumah, kemudian di jalan yang landasannya atau bagian tepinya dibuat dari batu. Batu atau batuan yang kita lihat dimana-mana itu ada yang sama warna dan jenisnya, tetapi juga banyak yang berbeda. Tidak heran apabila batuan merupakan bagian utama dari muka bumi kita ini.

Berdasarkan persamaan dan perbedaan tadi, maka batuan dikelompokan menjadi 3 kelompok besar yaitu batuan beku, batuan sedimen,dan batuan metamorf. Ahli geologi menyimpulkan bahwa antara ketiga kelompok tersebut terdapat hubungan yang erat antara satu dengan yang lain. Dan batuan beku dianggap sebgai “nenek moyang” dari batuan lainnya.

 

A.     Pengelompokan batuan

 a.      Batuan beku

Batuan beku adalah batuan yang berasal dari magma yang mendingin dan mengeras. Batuan beku diklasifikasikan berdasarkan tempat terbentuknya, warna, kimia, tekstur, dan mineraloginya.

1)      Berdasarkan tempat terbentuknya

·         Batuan beku plutonik, batuan beku yang terbentuk jauh di perut bumi.

·         Batuan beku hypabisa, batuan beku yang terbentuk tidak jauh dari permukaan bumi.

·         Batuan beku vulkanik, batuan beku yang terbentuk di permukaan bumi.

2)      Berdasarkan warnanya

·         Leucocratic rock, kandungan mineral mafic (gelap) <30%

·         Mesocratic rock, kandungan mineral mafic 30%-60%

·         Melanocratic rock, kandungan mneral mafic 60%-90%

·         Hypermalanic rock, kandungan mineral mafic >90%

3)      Berdasarkan kandungan kimianya

·         Batuan beku asam (acid), kandungan SiO₂ 65%,contoh : granit, ryolit.

·         Batuan beku menengah (intermediet), kandungan SiO₂ 65%-52%, cotoh : diorit dan andesit.

·         Batuan beku basa (basic), kandungan SiO₂ 52%-45%, contoh : gabro, basalt.

·         Batuan beku ultrabasa (ultra basic), kandungan SiO₂ <45%

 

v  Tekstur batuan beku

 1.      Tingkat kristalisasi

 a.      Holokristalin, yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya disusun oleh kristal.

b.      Hipokristalin, yaitu batuan beku yang tersusun oleh kristal dan gelas.

c.       Holohyalin, yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun oleh gelas.

2. Ukuran butir

  1.  Phaneritic, yaitu batuan beku yang hampir selurunya tersusun oleh mineral-mineral yang berukuran kasar.
  2. Aphanitic, yaitu batuan eku yang hampir seuruhnya tersusun oleh mineral berukuran halus.

 b. Batuan sedimen

Sedimen merupakan bahan atau partikel yang terdapat di permukaan bumi, yang telah mengalami proses pengangkutan (transfortasi) dari satu tempat ke tempat lainnya. Air dan angin merupakan agen pengangkut yang utama. Sedimen apabila mengeras akan menjadi batuan sedimen, ilmu yang mempelajari tentang batuan sedimen disebut sedimentologi.

Faktor-faktor yang mengontrol terbentuknya sedimen adalah iklim, topografi, vegetasi dan juga susunan yang ada dari batuan. Sedangkan faktor yang mengontrol pengangkutan adalah air, angin, dan juga gaya grafitasi.

v  Tiga cara pengangkutan sedimen

·         Suspension ini umumnya terjadi pada sedimen-sedimen yang sangat kecil ukurannya, sehingga mampu diangkut oleh aliran air atau angin yang ada.

·         Bed load ini terjadi pada sedimen yang relatif lebih besar, sehingga gaya yang ada pada aliran yang bergerak dapat berfungsi memindahkan parikel-partikel yang besar di dasar.

·         Saltation yang dalam bahasa latin artinya meloncat, umumnya terjadi pada sedimen berukuran pasir dimana aliran fluida yang ada mampu menghisap dan mengangkut sedimen pasir sampai akhirnya karena gaya grafitasi yang ada mampu mengembalikan sedimen pasir tersebut ke dasar.

 

v  Pengelompokan batuan sedimen berdasarkan tempat pembentukannya

·         Batuan sedimen kimiawi, batuan yang terjadi karena proses kimiawi. Contoh : stalagtit dan stalagmit.

·         Batuan sedimen oranik, batuan yang terjadi karena proses pengendapan mendapat bantuan dari organisme.

·         Batuan sedimen klastik, batuan asal yang mengalami penghancuran secara mekanis dari ukiran besar menjadi ukuran kecil. Contoh : batuan pasir dan batu lempung. Klasifikasi ukuran butir yang dipakai dalam pengelompokan batuan sedimen klastik menggunakan klasifikasi wentworth seperti di bawah ini.


NAMA BUTIR

UKURAN BUTIR (mm)

SEDIMEN

TIPE BATU BUNDAR

Bongkahan

Boulder

>256

 

 

Berangkal

Cooble

64-256

 

Rudites ( konglomerat, breccia)

Kerakal

Pebble

4-64

Gravel

 

Kerikil

Granule

2-4

 

 

Pasir sangat kasar

Very coarse sand

1-2

 

 

Pasir kasar

Coarse sand

½-1

 

 

Pasir sedang

Medium sand

¼-½

Sand

Sandstones

Pasir halus

Find sand

⅛-¼

 

 

Pasir sangat halus

Very find sand

1/16-⅛

 

 

Lanau

Silt

1/256-1/16

 

Lutites (mudrocks)

lempung

clay

<1/256

Mud

 


c. Batuan metamorf
Batuan metamorf adalah batuan yang terbentuk sebagai akibat dari proses metamorfosa pada batuan yang sudah ada karena perubahan temperatur (T), tekanan (P), atau temperatur dan tekanan secara bersamaan. Batuan metamorf diklasifikasikan menjadi tiga kelas atas dasar derajat metamorfosanya, yaitu :

    1. Batuan metamorfosa derajat rendah
    2. Batuan metamorfosa derajat menengah.
    3. Batuan metamorfosa derajat tinggi 

1.      Penamaan batuan metamorf

Penamaan batuan metamorf didasarkan pada tekstur, struktur dan komposisi mineral yang menyusun batuan tersebut. Adapun tekstur batuan metamorf terdiri dari :

1)      bentuk butir granoblatic (terdiri dari mineral-mineral granular)

2)      Lepidoblastik (terdiri dari mineral-mineral pipih)

3)      Nematoblastik (terdiri dari mineral-mineral orthorombik)

Sedangkan teksturnya ada foliasi dan non-foliasi.

1)      Tekstur foliasi

Yaitu tekstur batuan metamorf yang memperlihatkan adanya orientasi dari mineralnya.

  • Schistose, struktur batuan metamorf yang memperlihatkan perselingan orientasi mineral pipih dan mineral granular/nematoblastik.
  • Gneistose, struktur batuan metamorf yang memperlihatkan hubungan daro rientasi mineral pipih dan mineral granular yang saling berpotongan/tidak menerus.
  •  Hornfelsic, struktur batuan metamorf yang hanya tidak memperlihatkan foliasi.


BAB III PENUTUP

A.     Kesimpulan

  1. Mineral adalah benda padat homogen yang anorganik dan terbentuk secara alami dan berbenyuk kristal dengan sifat fisik dan sifat alami tertentu.
  2. Terdapat 4 jenis mineral di bumi yaitu silikat, oksida, sulfida, sulfat dan karbonat.
  3. Berdasarkan persamaan dan perbedaannya, maka batuan dikelompokan menjadi 3 kelompok besar yaitu batuan beku, batuan sedimen,dan batuan metamorf.


DOKUMENTASI PKL INSPEKTORAT 2021 - 2022